Tasmerah


Tentang Cinta
Februari 28, 2008, 4:20 pm
Diarsipkan di bawah: Humaniora

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah puisi tentang cinta. Puisinya sebenarnya begitu menggelitik, namun juga sempat memberikan sebuah wacana baru dalam pikiran saya. Secara singkat puisi tersebut bercerita Putus Cinta Hal ini, yaitu putus cinta merupakan hal yang tidak ingin dialami oleh siapa saja. angankan dialami, mendengarnya saja hati kita sudah miris.

Putus cinta ini akan memberikan kita sebuah pengalaman berharga, yaitu kedewasaan, walaupun seringkali kedewasaan itu tidak bisa mengerti cinta…
Yang paling susah dimengerti adalah ketika orang dewasa putus cinta.. Mereka yang mengaku sudah dewasa ketika putus cinta-pun akan menjadi seperti anak-anak kembali…
Ya menangis, merengek, dan yang paling parah adalah ingin bunuh diri.. (lagi…)



Wanita
Februari 26, 2008, 4:32 pm
Diarsipkan di bawah: Sastra-Ku

Wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari yang ke enam, Malaikat datang dan bertanya “Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Lalu Tuhan menjawab :

“Sudahkah engkau melihat detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?

“Dua tangan ini harus dibershkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang harus digerakan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan ketepurukan…,
dan semua dilakukan hanya cukup dengan dua tangan ini”,

Malaikat itu takjub.

“Hanya dengan dua tangan?…. tidak mungkin!”
Dan itu model standar?!
“Sudahlah Tuhan, cukup dulu untuk hari ini besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”

“Oh…tidak! Saya akan menyelesaikan ciptaan ini,
karena ini adalah ciptaan favorit saya…”
“Oh..ya… Dia juga akan mampu menyempurnakan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu

“Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan ?”
“Yah….Saya membuatnya lembut. Tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang saya berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar bisa.”
” Dia bisa berfikir?” Tanya malaikat (lagi…)



Lowongan Pegawai Negeri Sipil ?
Februari 25, 2008, 8:59 am
Diarsipkan di bawah: Humaniora

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir. (lagi…)



Potret Buram Jurnalisme Daerah
Februari 25, 2008, 8:44 am
Diarsipkan di bawah: Humaniora

Akhir-akhir ini pernah terpikir, apakah jurnalis yang berada di daerah sudah mulai kehilangan idealismenya, ataukah salahnya media dalam memilih sumber daya manusianya. Keberadaan mereka (jurnalis) saat ini bergitu meresahkan saya. Bagaimana tidak jika berita-berita yang mereka tulis bukan lagi merupakan tulisan atau liputan mereka sendiri, bahkan foto yang mereka muat banyak yang merupakan hasil dari “mengemis” dari media atau pihak lain. Mungkin ini masih subyektifitas saya sendiri, namun kejadian demikian bukan hal baru lagi bagi jurnalis di daerah. Para jurnalis begitu malas mencari berita dan lebih mengandalkan pihak lain yang mencarinya. (lagi…)



Sinetron Kita
Februari 22, 2008, 5:18 am
Diarsipkan di bawah: Humaniora

 

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan teman saya. Beliau mempunyai dua orang anak. Suatu ketika saya sangat kaget ketika anaknya yang tertua yang baru berumur kira-kira 10 tahun yang dengan tiba-tiba ngomong “BEGO” kepada adiknya. Kontan saya langsung berfikir dari mana kosakata yang sangat tidak lazim untuk anak-anak itu berasal. Ternyata memang sangat tidak mengejutkan kosakata tersebut diadopsi dari sinetron Indonesia—yang belakangan ini – didominasi oleh sinetron India. (lagi…)