EKSOTISME RANCAHBABAKAN

Rancahbabakan, dsc_1560.jpg,dsc_1276.jpg, dsc_1566.jpg


Nusakambangan memang menyimpan banyak keindahan, mulai dari hutan mangrove di sepnjang segara anakan, goa karst yang tak terhitung jumlahnya, hingga eksotisme pantai Rancahbabakan.
Sungguh sebuah kesempatan yang sangat langka bisa menyusuri hutan mangrove selama 4 jam perjalanan dengan perahu tempel trus menghabiskan MMC dalam kamera untuk memotret view yang indah.Kesempatanan ini saya dapatkan pada hari Rabu yang lalu, tanggal 26 Maret 08. Saat itu saya mendapatkan tugas untuk membuat dokumentasi kegiatan Study Praktek Lapangan Biologi SMA N3 Cilacap.
Dalam kesempatan itu saya juga mengajak seorang temen saya, Mas Wagino, yang adalah seorang jurnalis untuk turut serta dalam study tersebut.Perjalanan di mulai sekitar pukul setengah delapan pagi. Berangkat dari dermaga Sleko dengan perahu tempel dengan lebih kurang 31 orang didalamnya. Banyak peserta cewe’nya daripada cowo’nya jadi terang saja suasana di perahu lebih ramai tentunya.
Di tengah perjalanan kami mampir ke sebuah perkampungan nelayan yang berada di Pulau Nusakambangan, Kampung Laut.melanjutkan perjalanan menuju pantai rancahbabakan merupakan hal yang sungguh menegangkan, saat air sedang pasang dan dengan kondisi angin yang sangat kencang tentu saja membuat gelombang air menjadi sangt tinggi.
Dan seperti yang saya sebutkan tadi suasana mejadi angat ramai. Teriakan demi teriakan terdengar memekikkan telingan. Namun inilah hal yang sangat menyengkan meskipun menegangkan. Tidak cukup hanya sampai di situ saja rupanya kami harus terpaksa
berpindah ke dalam perahu yang lebih kecil supaya kami bisa mendarat. dan tentu saja proses perpindahannya menjadi yang paling menegangkan.
AKHIRNYA SAMPAITernyata kami belum sampai. saya sungguh merasakan sebuah petualangan, seasampainya di saratan saya harus melajutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih sejauh 500 meter. Medanya sangat menantang, tanah yang becek dan terjal harus saya lalui.
Adalah sebuah sungai kecil selebar kira-kira 5 meter yang membuat saya menggendong 5 siswi yang diantaranya kondisi badanya kurang sehat.–wuih ada yang jumbo ukurannya.Rasa capai dan lelah seakan terbayar setelah melihat sebuah pantai dengan pasir putih yang dikelilingi oleh tumbuhan peneduh.
Saya merasakan hal yang romantis jika berada di pantai ini. Mempesona, Idah, dan Eksotis.Saya langsung berburu gambar dengan mas Wagino. Tanpa kami sadari kapasitas MMC yang ada dalam kamera kami sudah menipis, padahal saya membawa 1 kamera digital dan 1 handycam, sedangkan Mas Wagino membawa 2 kamera digital.
Banyak obyek menarik yang memanjakan mata kami, ada pohon kaos kaki, ada muka lelah–yang menyebabkan Mas Wagino kena muka cemberut–, dan ada banyak hal menarik yang membuat mata kami dimanjakan.

Rencananya kami akan meninggalkan pantai pada pukul 2 sore, tiba-tiba saya bertemu dengan Riska, seorang siswi yang baru saja pingsan karena terlambat minum obat. Akhirnya saya dan Mas Wagino-lah yang mengantarkannya di lokasi penelitian.
Saya juga bertemu dengan Melinda yang oleh teman-temanya akrab dipanggil Ma’nye. Secara spontan saya mengambil beberapa snapshot ma’nye secara candid. Sebenarnya ada beberapa orang yang saya kenal namun haya beberapa yang mampu saya ingat nama dan wajahnya.
karena sudah mulai akrab dengan beberapa orang yang ternyata satu perahu, maka perjalanan pulangpun semakin mengasyikan.

Iklan

11 pemikiran pada “EKSOTISME RANCAHBABAKAN

  1. Waduh jadi pertama, nih.

    Makasih infonya. Aku pernah bawa bule sampai pantai Cilacap, mborong cumi2, udang, ikan dan lobster. Sayang sekali tak ada orang yg kasih info bisa nyeberang ke sana. Ini udah masuk ke memori di otakku, klo berlibur bisa mampir ke sana. Kebetulan tak jauh dr rumah ortu di Purwokerto.

    Sama-sama kasih… ntar kalo butuh guide call aja,…okeh…

  2. kok cuman satu yang dipamerin mas?
    takut keliatan prof ya jadi gak isa ngaku amtiran lagi hehehe

    he,..he,… nggak juga sih.. tapi ntar saya upload lagi yang buanyak,…

  3. waaahhh,, orang cilacap ya??
    saiia waktu itu ke cilacap *baru sekalinya seumur hidup* beli sate bebek,, tapi bukan saiia yang makan,, katanya enak ya??

    Ha..ha.. sate donal yah,… kapan ke Cilacap lagi…????

  4. Nusakambangan yg mana ni?, bagus banget! bukan Nusakambangan yg ada penjaranya itu kan?
    hehehehe

    Ups,..Jangan Salah!! Nusakambangan yang penjara lebih bagus dari yang ini lho,….

  5. wah asik tuh 😎

    tapi LP nusakambangan ga indahkan, hehehe 😀

    jangan salah,.. LP-nya Amrozi sekarang keren banget lho… mirip hotel depannya,…

  6. woww..nice scene. jd mupeng nih 😀 . pantai terakhir yg aku kunjungi Pantai Ria kenjeran di Surabaya, itu juga sekian tahun yang lalu. Eh kalo baca riuh-rendahnya ce2 di perahu, aku jg inget pas arung jeram hehehe….parau, parau deh gorokannya. Nice Shot bro !!

  7. fotonya lucu-lucu,tapi foto yang laen kok gak dipasang seh?1 pertanyaan lagi: naksir ma manye ya?he..he..he……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s